📚 Pelajari Selengkapnya
Memahami bagaimana Bahtsul Masail bekerja dan mengapa kami membangunnya
Misi Kami
Bahtsul Masail lahir dari kebutuhan nyata komunitas pesantren Indonesia: bagaimana menjembatani khazanah turats Islam — 7.872 kitab klasik Arab — kepada mereka yang bertanya dalam bahasa sendiri.
Selama ini, untuk mencari rujukan fikih dari kitab kuning, seseorang harus: menguasai bahasa Arab, mengetahui nama kitab yang relevan, dan membuka satu per satu halaman. Bahtsul Masail mengubah ini: cukup ketik pertanyaan Anda, dalam bahasa apa pun, dan sistem akan mencarikan jawabannya dari ribuan kitab.
Cara Kerja
1. Deteksi Bahasa
Sistem mendeteksi bahasa pertanyaan Anda (Indonesia, English, العربية) dan register (awam, santri, akademik).
2. Translasi Konsep
Istilah fikih diterjemahkan ke bahasa Arab kitab: "nikah siri" → نكاح بغير ولي, "puasa" → صيام.
3. Pencarian BM25
Mesin Tantivy mencari di 3.4 juta+ entri daftar isi dan halaman kitab dengan ranking relevansi.
4. Sintesis AI
AI mensintesis jawaban dari sumber yang ditemukan — lengkap dengan rujukan kitab dan halaman.
Data & Cakupan
Koleksi meliputi karya-karya dari berbagai bidang ilmu Islam:
Prinsip Keilmuan
📖 Isnad Mind — Setiap Klaim Bersumber
Seperti ulama hadits yang tidak menerima riwayat tanpa sanad, Bahtsul Masail tidak memberikan jawaban tanpa menunjuk ke kitab dan halaman. Ini bukan sekadar fitur — ini adab keilmuan.
⚖️ Khilaf adalah Rahmat
Ketika kitab menunjukkan pendapat berbeda, kami menampilkan keduanya. Khilaf ulama adalah kekayaan intelektual, bukan bug yang harus di-fix.
🤲 Tawadhu' Epistemik
Ketika sistem tidak cukup yakin, kami mengatakan: "Tidak ditemukan referensi yang cukup. Silakan tanyakan kepada ulama setempat." Ini bukan kelemahan — ini adab thalabul ilmi.
🌐 Bahasa Awam = Pertanyaan Valid
"Boleh gak makan nasi goreng yang dimasak pakai mirin?" adalah pertanyaan hukum yang serius, setara dengan "ما حكم الطبخ بالخمر". Kami melayani semua level pertanyaan dengan hormat.